Kekurangan zat besi dalam jangka panjang bisa memicu anemia defisiensi besi, kenali gejala awalnya sebelum terlambat
Tayang: Jumat, 2 Januari 2026 14:40 WIB
Pixabay
Ilustrasi anak yang tampak lemah dan mudah lelahÂ
TRIBUNHEALTH.COM - Defisiensi atau kekurangan zat besi merupakan salah satu masalah gizi paling umum pada anak-anak di seluruh dunia.
Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, perkembangan otak, dan bahkan perilaku.
Mengenali tanda-tandanya sejak dini sangat penting untuk memastikan anak segera mendapatkan nutrisi yang cukup.
Pasalnya, zat besi punya peran penting dalam tumbuh kembang si kecil.
Zat besi berperan penting dalam produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Tanpa zat besi yang cukup, tubuh kesulitan memproduksi sel darah merah yang sehat, yang menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi.
Melansir kanal kesehatan Times of India, berikut ini sederet tanda kekurangan zat besi.
1. Nafsu makan terganggu
Anak-anak dengan kadar zat besi rendah sering mengalami kehilangan nafsu makan.
Karena zat besi berperan dalam metabolisme dan produksi energi, kadar yang tidak memadai dapat mengganggu pola makan normal dan mengurangi minat makan.
2. Pertumbuhan terganggu
